Hukum Mempercayai Benda Bertuah

Hukum Mempercayai Benda Bertuah – Dalam lingkup kehidupan masyarakat hal ini memang selalu menimbulkan perdebatan karena adanya perbedaan pendapat. Tidak hanya orang awam yang rendah keilmuan spiritualnya, bahkan para Ulama pun masing – masing memiliki pendapat yang berbeda terkait hukum mempercayai Benda Bertuah.

Nah, Sebelum Anda benar – benar memutuskan untuk menggunakan Sarana Keris Semar atau benda bertuah lainnya dari RM. Ashraff Sigid. Luangkanlah waktu sejenak untuk membaca tulisan ini, Agar Anda lebih mantap dan memiliki landasan yang kuat untuk menentukan Pilihan. Sebagai Catatan penting untuk Anda, Kami tidak menganggap bahwa pendapat kami ini paling benar, Anda boleh memiliki pendapat yang berbeda.

Apa sebenarnya Makna Dari Benda Bertuah?

Benda bertuah artinya adalah sebuah benda yang memiliki manfaat atau kegunaan lain, selain manfaat benda tersebut secara fisik. Yang beredar di masyarakat adalah manfaat yang mengarah pada manfaat spiritual.

Misal, Rompi Ontokusumo yang dimiliki oleh Kanjeng Sunan Kalijogo. Rompi Ontokusumo terbuat dari kulit hewan yang fungsi utamanya adalah agar tubuh terhindar dari kedinginan. Namun dibalik fungsi utamanya tersebut, Rompi ini memiliki tuah atau manfaat lain yakni sebagia perlindungan secara gaib dan kelebihan – kelebihan lain  yang tak kalah dahsyatnya. Ada lagi benda bertuah milik Kanjeng Sunan Kalijaga, yakni Tongkat Kalimasada yang selalu menemani Beliau disetiap pengembaraannya. Tongkat ini konon katanya mampu mengeluarkan api atau air, tiap kali Beliau menghentakkannya ke Tanah. Selain itu, beragam Karomah lain yang di miliki para Waliyullah, yang tentu saja sudah banyak Anda dengar seblumnya.

Dalam kesempatan kali ini, kami menjelaskan hukum mempercayai benda bertuah, dan menggunakannya sebagai Wasillah, untuk membantu mengatasi permasalah dalam kehidupan menurut pandangan yang selama ini kami percayai. Tentu saja hal ini juga didukung oleh hadist atau pelajaran dari kisah para Nabi dan Waliyullah tanah jawa.

Menurut kami, menggunakan benda bertuah adalah HALAL atau boleh selama Anda beriman bahwa segala berkah itu datangnya dari Allah. Penting juga untuk memilih dari mana sumber benda bertuah itu. Apabila benda bertuah itu berasal dari sumber yang baik (misalnya: dalam penggunaannya tidak menyekutukan Allah), maka itu baik.

Sebaliknya, menggunakan Benda Bertuah bisa menjadi HARAM apabila Anda meyakini bahwa benda bertuah itu punya kekuatan yang terlepas dari kekuasaan Allah. Dan apabila sumber benda bertuah itu berasal dari praktek ilmu hitam, maka jelas tidak diperbolehkan.

Benda – Benda Yang Dimiliki Nabi dan Waliyullah 

Banyak hadist dan sejarah yang membuktikan bahwa menggunakan benda bertuah itu boleh asalkan iman kita benar. Yaitu, meng-imani bahwa semua keajaiban itu datang dari Allah. Berikut ini kami berikan hadits dan kisah para Nabi dan Waliullah sebagai bahan pertimbangan:

Cincin Nabi Sulaiman A.S

Dikisahkan dalam Tasfir Alqur’an Surah Shad 34, bahwa nabi Sulaiman memiliki cincin bertuliskan kalimat suci yang punya berkah “kekuasaan” sehingga dengan cincin itu nabi Sulaiman mampu memerintah seluruh alam, termasuk manusia, binatang dan jin. Suatu hari cincin nabi Sulaiman dicuri oleh jin ifrit, sehingga nabi sulaiman tersingkirkan dari kerajaan dan posisinya digantikan oleh jin ifrit yang menyamar sebagai nabi Sulaiman. Kejadian dia terjadi atas kehendak Allah untuk mengingatkan nabi Sulaiman agar bertobat atas kelalaiannya membiarkan istrinya menyembah berhala. Setelah melalui proses pertobatan yang panjang, akhirnya Nabi Sulaiman mendapatkan cincin itu dan kembali berkuasa di kerajaannya.

Tongkat Nabi Musa A.S

Nabi Musa memiliki tongkat kayu yang dikisahkan oleh Nabi Musa AS sebagai sarana membelah lautan hingga Nabi Musa dan pengikutnya bisa melewati lautan tanpa tenggelam. Pernah juga tongkat Nabi Musa dipukulkan ke sebuah batu, dan dari batu itu muncul 12 mata air untuk 12 suku bani israel.

Jubah Nabi Muhammad SAW

Asma binti Abi Bakr berkata : “Jubah ini pernah dipakai Nabi SAW lalu kami membasuhnya untuk orang sakit agar bisa sembuh dengan jubah tersebut”
Bersumber dari Hadis Riwayat Muslim, lihat Al Ajwibah Al Gholiyah Fii ‘Aqidatil Firqotin Naajiyah bab Tabarruk (Ambil Berkah) Bi Aa-tsaarish Sholihin (Dengan Bekas Orang Sholeh).

Gamis Nabi Yusuf A.S

Sama seperti Nabi Muhammad SAW ketika menaklukkan Mekkah, beliau memaafkan semua kaum Quraisy yang memusuhinya, Setelah itu Nabi Yusuf meminta saudara – saudaranya pulang ke Kan’an Palestina, untuk membawa ayahnya Nabi Ya’qub. Nabi Yusuf menitipkan gamisnya dan berpesan agar ayahnya mengusapkan gamis itu ke wajahnya sehingga bisa melihat.

Ketika tiba di Kan’an, Nabi Ya’qub langsung memegang gamis itu dan menciumnya. Nabi Ya’kub mengaku sangat mengenal pakaian itu. Setelah mencium gamis Nabi Yusuf, Nabi Ya’qub pun akhirnya bisa melihat dengan izin Allah. Kondisi kesehatan Nabi Ya’qub seketika sehat dan kembali bugar. Dia bersama keluarganya pun berangkat ke Mesir untuk bertemu anak tercinta yang dirindukannya selama bertahun-tahun. Mereka datang dengan 70 kendaraan. Karomah lain yang di miliki Nabi Yusuf adalah Wajah yang tampan dan Daya pikat yang luar biasa.

Sebagai orang yang beriman kepada Allah, Anda pastinya tidak menganggap Gamis Nabi Yusuf itu sakti, melainkan Anda meyakini bahwa gamis itu hanyalah perantara pertolongan dari Allah. Begitu juga seharusnya Anda menyikapi Keris Semar atau Benda bertuah lain dari RM. Ashraff Sigid.

Demikian penjelasan kami tentang Hukum Mempercayaai Benda Bertuah dan menggunakannya. Untuk selanjutnya, kami serahkan kepada Anda. Apakah Anda mantap untuk menggunakan Keris Semar sekarang atau masih membutuhkan waktu untuk memutuskan menggunakan Keris Semar. Sebagai manusia yang merdeka, Anda berhak menentukan keyakinan Anda sendiri tentangKeris Semar atau Benda Bertuah lainnya.

Semoga bahasan ini bisa memberi pencerahan bagi Anda sekalian. Salam Rahayu.